Wednesday, November 22, 2006

the absurdity of the absurds?

i recall her entry about jakarta's traffic in her blog when i read one article in kompas.com about it.
personally i am not using private vehicle, but sometimes i see the three-in-one program in jakarta as one weird funny thing.

three-in-one: a program conducted by local authorities of our beloved city jakarta that applied for every car in jakarta on certain hours in certain places should has at least three passengers. or else.

this is some quote for carrot's blog:
Komentar saya? Cukup satu kata: absurd. Coba pikir, berapa banyak pekerja di kawasan Kuningan? Ribuan? Jutaan mungkin. Jalanan macet? Tidak heran, apalagi sekarang Jalan Rasuna Said dipotong 1 jalur untuk Bus Transjakarta! Ditengah kemacetan itu, masuk akal jika jalan tol menjadi alternatif. Tapi apa yang terjadi? Oleh Pemerintah DKI Jakarta sepotong jalan untuk menuju ke pintu tol dari arah Kuningan ditetapkan sebagai kawasan 3 in 1.

Sekarang saya tanya, tujuan jalan tol itu apa sih? Ya, sebagai jalan bebas hambatan. Jalan di luar macet, tapi untuk menuju jalan tol harus ditangkap. Logikanya kan sepotong jalan berjarak 100 meteran itu dibebaskan dari 3 in 1?

Bikin aturan kok ya minus perhitungan dan logika? Akibatnya sudah jelas: Jakarta jadi kota yang tidak nyaman.
well, my dear kelot, your question answered:
3 in 1 Tak Efektif: Disiapkan Jalur Komersial
link source

BALAI KOTA, WARTA KOTA- Gubernur DKI Sutiyoso tengah mengevaluasi pelaksanaan kawasan pengendalian lalu lintas atau three in one (3 in 1) yang berlaku di sejumlah jalan protokol di Jakarta.

Aturan yang mewajibkan setiap kendaraan mengangkut minimal tiga penumpang itu dinilai tak berjalan sesuai harapan. "Bukan diganti, tapi aturan yang tidak efektif kan harus dievaluasi. Kita cari tahu di mana permasalahannya, lalu dicari jalan keluarnya," ujar Sutiyoso kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/11)...
so apparently the governor is evaluating the program. does this mean that three-in-one is ineffective? only bang yos knows it :grin:
...Pernyatan serupa juga disampaikan Sutiyoso usai penyerahan sertifikat ISO9001:2000 kepada Seksi Pelayanan BPKB Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kantor Samsat Jakarta Barat, dan Samsat Jakarta Timur, di Mapolda Metro Jaya...
a little bit OT (off topic): NJRIT. POLDA METRO DAPET ISO?!? GIMANA CERITA ITU HA? JAKARTA NAUJUBILAH SEMRAWUT PATING MBLONTANG GINI BISA DAPET ISO? wadoh wadoh...
Lemahnya kordinasi antara aparat Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, juga menjadi persoalan yang harus dipecahkan. Pasalnya, tidak ada kejelasan mengenai kewenangan di antara dua instansi tersebut terkait penindakan pelanggaran. "Ada tumpang tindih dalam hal penindakan. Pernah petugas dishub menangkap pelaku pelanggaran, tapi oleh polisi dilepas. Hal-hal kayak gini kan harus dijernihkan," ujarnya.
nah itu dia. lha pelayanan masih kae gitu BISA DAPET ISO? ISO DARI MANA? DARI MARS?
Menurut Sutiyoso, pihaknya dalam waktu dekat akan segera menggelar rapat kordinasi dengan pihak Polda Metro Jaya dan dinas terkait guna membahas persoalan tersebut.

Pemprov DKI juga tengah mempersiapkan sebuah sistem baru pengendalian lalu lintas di Ibu Kota, melalui Electronic Road Pricing (ERP) di kawasan tertentu. Kendaraan yang melintas di jalur ERP wajib membayar atau menjadi jalur komersial. (dra/chi)
OK. great. we have what-so-called traffic free road (jalan tol) and now this one. hail to jakarta? :blank:

6 comments:

Anonymous said...

apa sih yang gak di jadiin proyek sama sutiyoso ?..

e.g: halte busway karet. dipindahin (di geser sedikit) dengan alasan, terlalu dekat dengan halte benhil. lha ? emang bikin gituan gak di plannning apah? ..
trus halte dukuh atas, sekarang 'lagi' ga beroperasi karena mo dijadiin halte transit.. ..
gile aja, semua pekerjaan di borong semua.. .ckkkc

apalagi gue ngakak ngedenger tanggapan dia atas protes penebangan sebagian pohon di lajur sudirman, untuk pelebaran, "lha kita negbikin pelebaran itu khan udah sesuai tata kota"..
tata kota-- my azz!! kalo emang menurut tata kota, harusnya begitu jadi gak perlu perombakan total untuk barang yang udah jadi dunk..

snydez said...

koq jadi anonimus..?

Gains said...

Paying to get caught in traffic jams? Well, that's...unique.

kelot said...

huh, nambah2in biaya idup aja!
udah abis bensin, bayar ekstra,lama n cape dijalan pulak
mending kalo angkutan umumnya manusiawi, lah ini kagak. paling busway rada mending, tapi motong jalur mobil orang laen

pernah bokap gue ditangkep di jalan tol, gara2 nya tol macet n dia udah mao keluar, jadi lewat bahu jalan
polisinya ngomong "yaa, tapi aturannya kan ga boleh lewat bahu jalan pak!"
bokap gue bales "yaa, tapi logikanya kan jalan tol gak macet pak!"

endingnya bayar ce-ban n cabut!

Anonymous said...

Gimana sekalian dibikin autofree zone, yang sangat mudah ditemui di Italia terutama kota medium dan kecil. Untuk metropolis, emang sulit sih hidup tanpa kendaraan bermotor.


ciao
unmacchiato.blogspot.com

Anonymous said...

you just said what my mom just said about gadis magz (my lil sis bought one recently)..

cemong sana sini!

*banditkampus* (males login)

Post a Comment