Terus akhirnya mereka jadi ngomong beberapa "langkah" yang "sudah mereka tempuh" untuk "menghindari global warming" - kata-kata yang saya tulis dengan tanda kutip itu mohon dibaca dengan nada sinis. Terima kasih.
Daaaan, akhirnya topik menjadi "Eh, lu ngerasa ga sih kalo ini udah ada global warming? Apa sih yang lu rasain? Jakarta tambah panas gitu atao gimana?"
Erh.
And please tell me, did that question really helps us to face global warming? Didn't. Think. So.
Ya okelah, terserah si radio itu mau ngasih pertanyaan kaya gimana. I have heard many others that more stupid than that, tapi ya kalo emang tujuannya untuk meningkatkan awareness tentang perubahan global dunia ya ga perlu nanya yang "eh ngerasa ga sih?" soalnya itu ibarat ada seleb baru cerai, udah jelas-jelas dia nangis sesenggukan gitu, masih ditanyain ama wartawan, "mba mba, sedih ga mba?" YA IYALAAAAH.
Oke, refer ke quote yang pernah saya taro di sini -
If there are no stupid questions, then what kind of questions do stupid people ask? Do they get smart just in time to ask questions?Anyway, saya pengen komentar yang soal "hal-hal yang sudah dilakukan untuk menghindari global warming! YEAIAMROOOCKKSSZZZ!"
Scott Adams
Dan dari yang saya dengar, itu buat saya cukup... I don't know, terlalu berlebihan? Geli aja sih dengernya, kayanya kita harus begini begitu lalu berharap semoga lubang ozon itu nutup rapet lagi - yang saya rasa cukup mustahil.
Padahal hal-hal seperti itu bisa dimulai dari hal yang paling kecil, dan hal ini sepertinya sudah sering diucapkan oleh rekan-rekan di dunia online saya saat peringatan kemerdekaan Indonesia.
Ingin Indonesia jadi lebih baik? Mulai dulu dari yang paling kecil. Jangan buang sampah sembarangan.
Itu dia. There ya go.
Di sini saya akui saya agak jumbled over. Tapi gini aja deh, gampangnya saya kasih contoh: Jakarta kebanjiran. Jakarta kebanjiran karena air sungai meluap dan juga dengan adanya hujan kiriman dari Bogor dan area sekitar (cieeee, ingetnya Bogor dong gw.. :grin: ) terus orang pada bilang, "Kebanjiran karena musim tidak menentu! Hujan tidak bisa ditebak! Ini karena global warming!"
Mau global warming kek, mau ujan turun suka-suka kek, mau musim nongol kaya begimana juga, kalo sungai kita bersih, area serapan air kita luas dan lingkungan nyaman juga saya rasa banjir bisa dihindari.
Ingin mengurangi penggunaan karbon dioksida? Saya geli denger orang ngomong hal-hal yang muluk-muluk seperti industri lah, pencegahan pembalakan hutan lah, macem-macemnya deh. Oke itu adalah issue yang emang penting. Pembalakan hutan itu selain emang ga bagus juga bikinnya kebakaran mulu. Tapi yang bikin saya rada kesel itu adalah, banyak orang ngomong soal bahayanya global warming dan antek-anteknya, padahal untuk beberapa hal, hal itu tidak bisa dihindari.
Gini deh, kalo emang mau menghentikan global warming, saya tantang untuk tidak menggunakan AC dan kulkas, tidak menggunakan mobil, jangan pergi ke laundry, jangan gunakan dryer di mesin cuci dan marilah kita kembali ke jaman batu padahal Indonesia masih terseok-seok dalam keadaan sebagai negara berkembang.
Bisa?
Kalo iya, hebat sekali. Karena saya sendiri belum bisa seperti itu.
Yang bisa kita lakukan sekarang adalah menghemat. Kalo ngeprint ya kalo bukan yang formal-formal amat ya pake used paper lah. Kalo soal pake mobil yaaa, hmm, saya tau ada beberapa pembaca yang sedikit keberatan mengingat rawannya Jakarta dan kalo pake bensin organik ato apalah itu istilahnya keren amat, itu harganya selangit-langit :tongue: Jadi ya itu bisa ditunggu lah, walo ya jangan keterlaluan juga pake mobilnya. Minimal knalpot mobil dibersihin, biar asepnya juga ga butek-butek amat.
Dari topik ini saya baru sadar kalau ternyata sampah dari rumah tangga (household waste) itu termasuk besar, mengikuti sampah dari industri (industrial waste) - walo dari kata racun, mungkin lebih besar sampah industri kale yaaa.. Kaleeee lhooo.
Tapi untuk semua yang ingin serius dalam menangani lingkungan hidup, beberapa situs ini bisa dicoba - Yahoo! Green dan Tree Hugger.
Karena selain ga muluk-muluk (beberapa tindakan melindungi lingkungan bisa dimulai dari hal yang paaaaling kecil), web layoutnya keren sangat ( :grin: ) dan artikelnya juga bagus-bagus.
-- Tambahan --
Tapi setelah saya pikir-pikir dan inget-inget, kayanya sih nanya "Eh, kerasa ga sih Jakarta makin panas gara-gara global warming?" dan abis itu dilanjutkan dengan "Global warming adalah... Blablabla" itu perlu juga. Siapa tau ada yang belum tau :tongue:
Lha masih ada yang ngira kalo Google itu majalah kok :grin: (dari Tumblr saya)
Soal 'Google adalah majalah' itu serius lho. Beneran kejadian. Saya sampe bengong.


7 comments:
kap, masuk ke http://draft.blogger.com, trus set commentnya supaya bisa for everyone (including OpenID)
*blogspot yang dudul gak nyadar, kaloorang koment, tuh kepengen blognya juga ada hyperlink. bukan sekedar nick name ;(
kalo gue, selalu menggunakan single paper cup pas ngambil kopi di coffee machine nya nescafe
sementara orang laen pake 2, satu nya buat alas
@ Snydez -
Langsung dilaksanakan! Terima kasih banyak mas :D Heu, baru tau saya kalo ada draft... Itu bedanya apa yah? *gaptekdotcom*
Kalo kertas masih bisa didaur ulang sih mas :) Kalo plastik sudah agak susah, tapi ya moga-moga teknologi ke depan kita udah lebih baik dalam hal konservasi alam :)
Tapi ya itu... Kalo buang sampah sembarangan juga sama aja boong, heheu :P
omong2 sampah, gue selalu heran tuh, anak2 jwc yang notabene datang dari keluarga yang lumayan berpunya dan seengganya mereka sendiri dalam pendidikan S1, tingkahnya parah abis soal buang sampah.
sampah berserakan di lantai n meja kampus abis mereka break, gak ada kesadaran sama skali. di wc juga sama joroknya, buang tissue ke toilet trus gak di flush.
ga kebayang dirumahnya gimana. keenakan dilayanin pembantu kali ye
@ Kelot -
SETUJU IBU KELOT!
Iya nih, gw heran. Sekarang juga tambah parah tuh. Udah ada coffee-machine dan dikasih gelas plastik, itu sampah tambah banyak! Heran gw, emang apa sih susahnya pas mau balik ke kelas atau kemana gitu, itu sampah sekalian dibawa terus ditaro di tong sampah?
Memakai bahan bakar dan freon dengan yang lebih ramah lingkungan memang mahal. Tapi mestinya manusia mikir harga yang harus dibayar kalau mereka ngeyel terus make bahan-bahan berbahaya yang mencemari lingkungan jauh lebih mahal.
Amerika misalnya. Menandatangani Protokol Kyoto memang akan "mencederai" keuntungan ekonomi mereka, karena mempengaruhi hasil produksi yang dibuat oleh industri mereka.
Tapi kerugiannya akan jauh lebih banyak kalau mereka tetap cuek terhadap Protokol Kyoto itu. Apa kerugiannya jika mereka tidak menandatangani protokol itu? Ya suatu saat industri mereka akan kehilangan tempat untuk beroperasi, yaitu bumi!
Dari negara industri maju (G-8), hanya Amerika yang belum mau menandatangani it (Australia setelah ganti PM mau). Padahal, emisi gas buang industri AS paling besar sedunia! Talk about egoism.
Intinya sih, ada harga yang harus dibayar untuk menyelamatkan bumi. Dan seharusnya semahal apapun harganya, manusia mau membayarnya! Kalau enggak, siapa lagi yang bisa diharapkan? Kambing? Kucing?
Kok jadi panjang gini ya? Blogger gak ada trekbek sih nih, kalau ada aku bikin di blogku sendiri aja, hehehe...
Maaf ya cintaku kepanjangan.. :)
Memakai bahan bakar dan freon dengan yang lebih ramah lingkungan memang mahal. Tapi mestinya manusia mikir harga yang harus dibayar kalau mereka ngeyel terus make bahan-bahan berbahaya yang mencemari lingkungan jauh lebih mahal.
Amerika misalnya.
Heuh, kalo negara berkembang masih pikir-pikir soal teknologi untuk menghemat energi, itu masih wajar lah.. Heuhe. Walopun ya negara berkembang ga bisa terus-terusan make freon, nyari perkara itu namanya. Suatu saat teknologi biofuel dan hybrid akan cukup mudah dan murah untuk didapat, sehingga manusia bisa memakai energi lebih banyak namun lebih aman. Tapi Amerika...
Jelas-jelas kaya, kok gitu yah? Ga percaya rasanya ada negara segitu egoisnya... Heuh.
indonesia ada di urutan ketiga negara penghasil gas emisi paling besar. memalukan! tuh hasil dari asep knalpot tiap hari macet dimana2. pohon juga ditebang. jalur hijau di thamrin ditanemin ama pohon plastik, please dong ah.
oh ya selain buang sampah sembarangan, gue juga ga suka ama banyak banget orang2 yang sembarangan pake tissue. tissue gulung tuh diambil sebanyak2nya, padahal ga perlu. dirumah juga, bisa di lap pake kain tetep aja pake tissue.
ada seseorang yang pernah berkata sinis ama gue "sekalian aja ga usah pake tissue!"
mereka ga ngerti, esensinya di menghemat, bukan berenti pake. dan mereka ga peduli. alasan klasik mereka "toh udah diproduksi! apa salahnya gue pake?"
Post a Comment