"Kok aku ngerasa 'indie' ini jadi mainstream ya?"
Itu celetukan adek saya ketika kita lagi menonton TV dan kebetulan muncul iklan motor Yamaha Soul. Waktu itu Widya nanya ke saya maksud iklan itu apa, dan saya bilang kalo 'Soul' itu buat generasi indie. Generasi yang anti-kemapanan. Generasi yang ga mau ikut gaya pop/populer/mainstream. Ibaratnya, yang namanya band-band pop, boysband dan lain-lainnya yang orang banyak tau itu udah 'ga banget' deh. Ya anggapan "gue ga mau ikutan yang orang lain udah ikutan. Gue mau gaya gue sendiri." Sebenernya sih istilah 'indie' itu saya tau dari dunia musik. Label indie. Label milik sendiri, ga nunut sama major label (Universal Music, Sony BMG dan lain-lain) -- hoho, gaya, mentang-mentang thesis sendiri XD
Nah, abis saya ngomong itu Widya nyeletuk celetukan di atas. Dia ngerasa kalo gaya 'indie' ini malah jadi mainstream. Tiba-tiba semua orang ngomong "eh gue indie lho!" Dulunya kalo indie itu dianggap aneh, kere, miskin, norak dan cupu sekarang mendadak jadi keren, ga manja, mandiri dan gaya banget. Tiba-tiba semua orang jadi indie, tiba-tiba indie jadi populer dan ya, indie jadi mainstream. Rada ironis, menurut saya.
Kalo mau dirunut sih sebenernya tiap-tiap diri kita itu ya individu sendiri. Kita punya jiwa indie sendiri. Tapi ya namanya juga manusia makhluk sosial, ada yang namanya 'trend' yang punya banyak pengikut. Trend yang besar ya namanya mainstream. Banyak yang ngikutin soalnya. Dan banyak industri yang bergantung pada trend. Kalo ga ada trend, susah idupnya. Contohnya pasar handphone deh.
Tapi saya pribadi beranggapan bahwa trend indie ini juga ntarnya bakal kaya Hukum Alam. Saya beberapa hari lalu baca blognya Seth Godin dan dia ngomong soal autenthicity. Otentik. Keaslian. Orang bisa ngomong eh-gue-indie-lu-kaga sana-sini tapi ntarnya juga apakah dia 'asli' (kaya barang aja...) atau ngga, itu yang menentukan. Dan ada ucapan Seth Godin yang saya suka banget. "Authenticity, for me, is doing what you promise, not "being who you are"." Kita adalah apa yang kita janjikan. Karena kalo liat 'dalemnya' kita, toh tiap manusia sama aja. Punya organ tubuh, punya otak, punya emosi, punya hormon. Tapi kepribadian kita yang kita bikin, yang kita 'janjiin' ke kita dan ke orang lain, itu baru kita sebenernya :D Bahasa gampangnya: Brand image kita *halah halah*
Pertanyaannya: Apakah kita udah cukup 'asli', cukup 'otentik' dan cukup beda untuk akhirnya bisa bilang "ini gue, dan cuman satu-satunya di dunia orang yang kaya gue ini"?
P.S.: BTW, abis itu si Widya ngomong lagi, "mau indie atau mainstream ga ada bedanya juga. Ga peduli. Yang penting ga bunuh orang aja, hehe."
Catatan dari Kapkap [Announcement]
23 Februari 2012, gw memutuskan untuk migrasi akun Google gw dari yang lama ke yang baru. Karena satu dan lain hal, ada masalah yang terjadi di link gambar-gambar di blog ini dan tentu aja berakibat pada link komik strip sebelum ini yang berakibat broken link.
Karena jumlah gambar yang terlalu banyak, gw ga mungkin memperbaiki link satu-satu per entri. Jadi gw memutuskan untuk 'menyelamatkan' komik strip yang ada dan menyimpannya di dalam satu album di Picasa.
Untuk mengakses komik-komik lama, silakan klik 'Comic Archive' di menu.
Komik-komik yang diunggah setelah tanggal 23 Februari 2012 dapat dilihat dengan nyaman langsung di entri blog.
Terima kasih.
Friday, February 27, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment