Wednesday, October 28, 2009

Merayakan persatuan untuk entah keberapa kalinya walopun konflik masih adaaaaa aja

Still tweeting in English and even using a foreign person’s video to commemorate National Youth Pledge Day? :P

Well I don’t care.

 

 

Lucunya, ada orang pernah nanya ke gw, “kok ngeplurk pake bahasa Inggris? Ga cinta bahasa Indonesia?”

Gw cinta bahasa Indonesia. Lha mau gimana lagi? Gw lahir, besar dan hidup di Indonesia kok.

Tapi apakah kadar nasionalisme lu diukur dengan bahasa?

Kalo nasionalisme diukur dengan bahasa, mending gw dianggap nggak nasionalis ketimbang jadi orang picik munafik. Nasionalisme itu buat gw konsepnya kaya agama. Urusan gw sama negara gw. Kalo agama, urusan gw sama Tuhan gw. Dan gw menggunakan bahasa Inggris untuk mengenalkan negara gw ke dunia Internasional. Kecuali bahasa Indonesia udah dimasukin dalam daftar bahasa utama yang digunakan di PBB, saat ini gw lebih memilih bahasa Inggris untuk berbicara di skala besar.

BTW, gw SELALU nangis kalo nonton video itu (Apa? Ga nasionalis? Ya silakan deh. Gw juga ga peduli. It’s a matter over mind. I don’t mind and you don’t matter.) Somehow the video shows how we, human, regardless our physical experiences, political views, religions, races, nations, countries, languages, perspectives, mindsets, cultures and many many many petty little things that we always fought over, we are all the same. We move in the same way. We smile in the same way. 

Happy National Youth Pledge Day everybody :) Jangan lupakan pesan yang ada dalam Sumpah Pemuda.

Persatuan. Ga peduli kaya gimana. Together in unity and celebrating the differences.

Dan ironisnya kita masih sering denger “KITA HARUS BERSAT— E NGAPAIN LU [masukin nama suku/ras/agama di sini] DI SINI HEH?” :P

Tuesday, October 27, 2009

Udah bukan “aku” lagi

ing's birthday from babybird on Vimeo.

Apa hubungan “aku” dengan video temen gw yang ulang taun di atas? (BTW, itu video dibuat oleh istrinya :) The coolest wife, eh?)

Sedikit prolog dulu.

Beberapa hari lalu gw lagi makan nasi goreng sama mas Ari di area Senopati. Dan tempat makan nasi goreng itu (‘Lalan’) deket tempat kos temen gw, Alfa. Ngobrol-ngobrol dikit, nanya kabar gimana keadaannya dan akhirnya Alfa, mas Ari sama gw jadi ngobrol soal gadget dan gimana teknologi mempengaruhi kehidupan sosial kita *tsah, serius nih ceritanyah. Preeet XD*

Dan akhirnya jadi ke topik “apakah gadget dan teknologi ngebikin kita jadi manusia yang lebih dingin?” ‘Lebih dingin’ di sini itu maksudnya kita jadi orang yang, saking terbiasanya dengan real-time conversation lewat Twitter, IM ataupun telepon (YES. THAT TELEPHONE,) jadinya kita lupa caranya ngobrol langsung dengan orang lain. Kita udah ceritain (nyaris) semuanya lewat media sehingga kita kehilangan bahan obrolan saat interaksi secara langsung dengan orang lain.

Somehow the essence is lost. The ‘warmth’ of communicating with others is no longer there.

Bener? Salah?

internet_dog Ga ada jawaban yang pasti. Pertanyaan dan anggapan bahwa teknologi itu emotionless bukan anggapan yang salah juga. Di dalam beberapa kasus, banyak orang yang udah ga bisa bedain antara dunia nyata dan dunia online. Bisa jadi orang itu ngerasa semua orang di real world itu menentang dia, dan temen-temennya di dunia online nggak. Bukan hal yang jarang juga beberapa orang bisa sampe bunuh diri karena hal-hal yang terjadi di Internet. Somehow, people forget the meaning as living being.

Tapi ya itu, kaya semua hal yang kita liat sebagai media; TV, radio, Internet, itu semua balik ke user. Lha istilahnya aja udah ‘media’. Medium. Perantara. Although in some cases and condition media is God-like and seems like it could dictate our way of living, it’s all back to us how we receive the message. Bahkan kalo mau pake cara primitif kaya pake kode asap pun, kalo gw mau nyuekin kode asap yang nyata-nyata artinya “AWAS ADA SEGEROMBOLAN KAPPA NGAMUK” ya bisa aja kan? Masalah apa yang terjadi setelah itu – kalo gw beneran nyuekin fakta bahwa ada segerombolan Kappa ngamuk dan abis itu gw abis dilindas – ya tanggung jawab gw. It’s all about responsibility, kata mas Ari.

Tapi temen gw, @ifahmi a.k.a Ismet (sumpah gw ga tau nama asli dia. Maap ya kang *sungkem*) ngasih opini – via SMS ke Alfa – bahwa “gadget itu adalah perpanjangan dari ‘aku’.

Maksude?

Gw ga bisa nulis plek sama persis apa yang dia tulis ke Alfa, tapi intinya kira-kira gini.

Kita bisa ngerasa sama-sama gugup dan deg-degan ketika kita baca di Twitter kalo istri temen kita bentar lagi mau melahirkan anaknya. Kita bisa sama-sama sedih ketika kita tau lewat IM pas temen kita curhat dia lagi kena masalah. Kita bisa sama-sama seneng ketika temen kita kasih tau lewat telepon bahwa dia baru aja ngungkapin perasaannya ke orang yang dia suka. Semua itu terjadi dalam waktu serentak dan ga ada batas-batas geografis atau waktu. Sekarang udah bukan “aku” lagi, tapi “kita.” Dan gadget menjadi perpanjangan tangan dari “aku”. “Aku tahu juga, aku dengar juga, aku baca juga. Aku merasakan juga.”

Welcome to the club :)

Gw benci orang-orang dari dunia advertising karena bakat mereka yang keren pas nulis kata-kata dan ngejelasin sesuatu. Huh.

Refer ke contoh yang gw kasih di atas – video temen gw ulang taun – itu salah satu contoh penggunaan teknologi untuk ngerasain emosi yang sama.

Si Nyanya, istrinya, nge-DM kita semua sehari sebelum ulang taun suaminya. Minta tolong kita ambil foto dengan kertas bertuliskan ‘Happy Birthday!’ lalu kirim ke dia. Dia bikin foto-foto itu jadi satu video, dan ketika suaminya ulang taun, dia publish video itu. Dan kita semua bisa liat.

And it felt wonderful. Well, it still feels wonderful now.

Bukan gw yang ulang taun, bukan mas Ari yang ulang taun, bukan pula Alfa yang ulang taun. Tapi pas liat videonya, kita semua cekikikan. Kita semua seneng. Dan kita semua ngucapin “SELAMAT ULANG TAUN!” – sampe rela minta kertas dan spidol ke mas-mas pelayan yang baik hati di Radja Ketjil di Plaza Semanggi, hihihi *towel-towel mas Ari*

Dan ketika Pesta Blogger 2009 kemarin tanggal 24 Oktober pas gw jaga meja registrasi, sering banget gw ketemu temen-temen gw dan nyapa dengan histerisnya “DIAN ARAAAA!” “EH, ADA KATARANGGA!” “ALFAAAAA!” dan lain-lainnya, hihi.

Kita semua punya cara untuk ‘ngebagi’ cerita idup kita dan apa yang kita lakuin selama ini. Tinggal gimana kita ngejalanin dan menyikapinya :)

And still, some stuffs best being said directly. Sering kan baca tulisan “ADUH JANGAN DI YM CERITANYAAA! KETEMUAN LANGSUNG! GW PENASARAN NIH!”

Hihihi.

P.S. Terima kasih super super terima kasih buat Alfa, Ismet, mas Ari dan Rangga yang ngobrolin hal ini di Twitter dan di Lalan :D BTW Fa, nasi goreng kornet keju Lalan juara dah XD

P.P.S. Sumber gambar (ilustrasi) dari Mozillazine.

Monday, October 26, 2009

Laughter is the best medicine

Paling ga enak itu kalo kepala pusing plus demam.

Maksain buat makan biar ga tambah sakit dan sekedar ‘kendaraan’ lewat buat Panadol.

Abis minum Panadol, biasanya badan udah agak enak. Tapi tetep kerasa lemes dan ga enak.

Until your friends send you this.

@kapkap kami menculik susuwatari. silakan tebus besok dengan ... on Twitpic

Dan seolah belum cukup, para ‘penculik’ juga mengancam dengan foto lainnya. Inilah caranya mereka menculik Susuwatari – dipukul dengan botol. Kata gw mah, ”nggak berperike-sendal-an.” XD

@kapkap beginilah cara kami menculik susuwatari... #menculiks... on Twitpic

Rupanya Susuwatari-kun disekap di dalam RUANG SERVER!

@kapkap jika tidak sedang kami minta kerja paksa, ia kami sek... on Twitpic

Er… Dan emang iya sih, orang-orang kantor pada bingung liat Susuwatari itu apa – Ong pernah geplakin tu sendal sambil diteriakin “WILD ANIMAL! WILD ANIMAL!” dan temen-teman kantor gw bukannya bantuin, MALAH IKUTAN GEPLAKIN – Jadi kalo jadinya rada inkonsisten gini dengan kemoceng, bisa dipahami XD Susuwatari as kemoceng featuring Jojon :D

@kapkap kami juga menggunakannya sebagai kemoceng, untuk memb... on Twitpic

BTW, para ‘penculik’ tercinta yang menunggu di kantor Maverick meminta tebusan berupa nasi uduk dua porsi, hihihi.

Wednesday, October 21, 2009

Susuwatari (n. Travelling Soot)

susuwatari1b Susuwatari (ススワタリ lit. meaning "travelling soot") are the "dust bunnies" or "soot sprites" that appear in two Studio Ghibli anime movies, My Neighbour Totoro (1988) and Spirited Away (2001). They are shy, slightly frightful creatures that live in abandoned buildings such as old houses.

-- Wikipedia

Dan sekarang mereka juga menempati kantor Maverick :D

DSC00167 DSC00168 BTW, itu sendal gw. Gw sering ngrasa risi kalo pake sepatu mulu di kantor – dasarnya preman, hoahoahoa – jadi gw berpikiran buat beli sendal. Eh, pas gw lagi jalan di Senayan City, gw liat sendal ini. Hohohoho, langsung beli :D

Kalo berminat, bisa coba cari ke toko Nina MC. Senayan City, 4th floor no. 93. Jakarta – Indonesia. Telepon +6221 72781570. Harga sendal Susuwatari ini 179,000 IDR – Sumpah ini bukan advertorial XD Soalnya banyak yang nanya di Twitter, hehe.

Waktu gw beli sendal Susuwatari ini, this is the LAST stock in the store. Gw beruntung dapet pasangan sendal terakhir. Sisanya itu sendal chibi-Donald Duck (IINM), sendal kelinci, beruang dan sendal jamur dari Mario Bros. (warna merah, biru dan pink.)

Tuesday, October 20, 2009

Just a small note of “thank you” for LG Electrics.

LG. Thank you. THANK. YOU.

Serius.

You guys deserve a pat on your back.

Wait.

A HUUUGGEEEEE HUG.

Yes yes, GROUP HUGS! GROUP HUGS!

Oke, gw mulai dari mana yah… Hm. Semuanya bermula saat pemadaman (gila-gilaan) oleh PLN gara-gara gardunya kebakar. Seperti yang kita tau, pemadamannya sumpah aneh banget dan karena sering (!) akibatnya peralatan listrik berpotensi rusak.

Ga terkecuali kulkas di rumah gw.

Lampunya sih masih nyala, tapi kulkasnya udah ga dingin lagi. Akhirnya kita kepaksa ngeluarin makanan yang ada di kulkas dan berusaha supaya ga sampe basi.

Akhirnya gw ngontak Customer Support LG dan sempet dikasih cara-cara ‘ngehidupin kembali’ tu kulkas – matiin dulu, bersihin kulkasnya, diemin 4 jam terus coba nyalain lagi – which failed miserably. Tetep aja kulkasnya ga dingin.

Mau manggil tukang, eh tukang reparasinya lagi ke Padang.

Akhirnya out of desperation, adek gw nelpon LG lagi, mau nanya soal tukang reparasi yang mungkin bisa LG kirim ke rumah. Note this, tukang reparasi. Kita minta orang. Kita minta tukang reparasi. Tukang reparasi ke rumah. Benerin kulkas.

Nah, pas dia nelpon ini, sama Customer Supportnya nanya, “ada kartu garansinya ga?”

Ada mbak.”

Masih berlaku?”

Udah nggak mbak. Udah lewat 1 taun.”

Tapi masih ada kartu garansinya kan?”

Masih mbak.”

Ya sudah. Nanti kami tukar lemari esnya.”

…”

Halo?”

Eh gimana mbak? Nuker kulkasnya?”

Iya.”

Bayar atau gimana gitu mbak? Ada biaya tambahan?”

Tidak ada mas. Kami dari LG akan menukar lemari esnya. Memang bukan tipe yang sama mas, tapi mendekati tipe milik mas.”

SUMPEH LHO KULKASNYA DITUKER. MAKSUD GW, NUKER KULKAS GITU.

DAN KARTU GARANSI UDAH LEWAT MASA BERLAKU.

Dude, this was, like, whoa… Maksud gw, kalo Seth Godin bilang (atau buku Marketing manapun di seluruh dunia ini bilang) supaya '”penuhi keinginan konsumenmu,” ini gw bilang udah beyond expectation. Gw ngarepnya kulkas rumah itu DIBENERIN. Siapa yang nyangka bakal DITUKER?

Again, thank you LG. Thank you for being so caring and considerate to your customers. Keep up the good works.

Thank you :)

Tuesday, October 13, 2009

What do I have ‘In My Room’?

Hola hola semuah, gw lagi rada sibuk nih. Cie sibuk, hakhakhak.

Sibuk apaan? Sibuk liatin inbox e-mail kompetisi tebak foto ‘In My Room’-nya Jerry Aurum :D

inmyroom Hihihihi.

Gw dari kemarin sampe ngakak di depan inbox. Kagum bok sama lu pada. Gw baru klik ‘Publish’ jam 9 pagi, eh jam 9.15 udah ada 5 e-mail masuk. Dan di edisi tebak foto ‘In My Room’ hari Selasa ini, ada beberapa nama yang familiar di inbox gw kaya Mira Siregar-Meulia, Ina Melati sama Iqbaldi :D Seneng liatnya, hehe.

In My Room’ teh apaan Kap?

‘In My Room’ itu proyek fotografi terbaru Jerry Aurum. Jadi konsepnya ini adalah koleksi potret 100 public figures Indonesia yang difoto di ruangan pribadi mereka masing-masing. Bisa di ruang tidur, studio, kamar mandi… Pokoknya ruang pribadi yang orang lain jaraaaaaaang tau. Yang difoto ga cuma artis kaya Dian Sastro dan Titi DJ aja. Tapi juga Hermawan Kertajaya, Martha Tilaar dan Ade Rai.

Nah, entarnya ni bakal ada pamerannya bok. Gw kaget aja gitu lho pas temen gw bilang “di atrium utama Senayan City, Kap.”

Atrium Senci? Atrium maksude yang biasanya buat pameran seni itu? Yang ruangan di sebelah kiri pintu masuk?”

Bukan. Atrium utama. Itu lho, kayanya yang deket eskalator yang sepatu itu.”

GEDE AJE YE.

Jadi (kemungkinan besar) lu pada bisa liat gw lagi keliaran di atrium utama Senayan City tanggal 21 Oktober – 1 November 2009, hihihi. Ntar gw pake nametag ‘Committee’. Keren. Hohoh.

inmyroom2

BTW, ada kompetisi tebak foto ‘In My Room’ nih! Kompetisinya berjalan dari tanggal 12 – 16 Oktober lho! Hari Senin kemarin udah jalan yang edisi ‘Monday’s #inmyroom’, hihi. Jawabannya adalah Dian Sastrowardoyo.

Buat edisi hari Selasa, liat di sini deh. Coba tebak siapakah artis tersebut dan kirimkan jawabannya ke inmyroom@maverick.co.id :D Format jawabannya itu dengan subject e-mail DAN isi e-mail yang berupa jawaban/nama artis. Batas waktunya sampe jam 7 malem lho. Gw tetep sounding #inmyroom di Twitter gw, dan moga-moga bisa lebih sering di Facebook, hihi. Pemenang akan gw data di Excel dan gw kasih nomor, abis itu gw undi secara manual. Nama pemenang akan gw umumkan BESOKNYA sekaligus foto untuk edisi lomba tebak foto hari itu jam 9 pagi :D *iseng bener ye? Kenapa jam 9 pagi? Soalnya gw udah di kantor jam segitu, hoahoahoa*

Hadiahnya apaan Kap?

Untuk saat ini, hadiahnya adalah 1 (satu) undangan eksklusif pembukaan pameran foto ‘In My Room’ tgl 22 Oktober (berlaku untuk 2 orang) dan 1 (satu) buku hard-cover ‘In My Room’. Please note kata-kata “untuk saat ini” hohoh~ Dan hadiah akan diberikan di hari H saat pembukaan pameran fotografi ‘In My Room’ di Senayan City, Jakarta :)

Hayu hayu, isi waktu mumpung iseng-iseng berhadiah :D

Thursday, October 8, 2009

Quis custodiet ipsos custodes?

Plato lebih keren daripada Watchmen. Wis itu thok.

Anyway, itu pertanyaan gw pas nonton Musyawarah Nasional partai Golkar via streaming Metro TV semalem.

Para (katanya) elite politik itu, mereka adalah wakil rakyat di kancah politik dan partai. Mereka (katanya) ngebawa nama rakyat, (bilangnya) menjaga rakyat, (ngakunya) mengayomi.

Tapi toh ya akhirnya gw bertanya juga di Twitter.

munasgolkar5

Lucu banget. Serius.

Ujug-ujug ada aja gituh yang minta microphone satu terus tiba-tiba teriak “Cek cek sound… Cek cek… HEDOOP GOLKAAAR!

munasgolkar10

Er. Iya. Oke. Hidup.

Ricuh blas deh pokoknya tu acara Munas. Jadi ya hebring deh. Ya di Riau tempat Munas Golkar, di Twitter timeline juga.

Ngomentarin komentator juga. Kalo yang ini “who will comment the commentators?” Hakhakhakhak.

munasgolkar

Dan hohoh, ati-ati aja kesorot kamera dan lagi bobo keliatan orang banyak seantero negeri.

munasgolkar2

Mas Tuxer kayanya lagi ada bakat bisnis dan dagang. Dimanapun kapanpun ya hayu aja atuh jualan :D Pasti laku, hehe.

munasgolkar3

Nah, yang satu ini pake analogi acara TV. Coba tonton tiga acara TV itu and you’ll get the idea :D

munasgolkar4

Huru-hara kisruh dan pesenan bakso yang mungkin aja kejadian?

munasgolkar7

Maklum lah… Miting malem-malem, pake rusuh dan jejeritan segala. Pasti laper… *eh*

munasgolkar8

Ngerasa bukan lagi di ruang rapat, tapi lagi di pasar induk kali… Dan sayangnya belum ada yang lempar-lemparan clurit. Heh.

munasgolkar9

Setuju abis sama yang di bawah ini. Sedih, kesel, jiwa nyela keluar dan keinginan pengen nimpuk jadi satu.

munasgolkar6Entah apakah para bapak-bapak dan ibu-ibu yang semaleman heboh rusuh-rusuh (sampe gw mau bobo jam setengah 2 pagi bok!) itu nyadar atau ngga kalo lagi disorot kamera, atau mungkin malah bangga karena dikira dengan cara rusuh gitu rakyat bakal ngira mereka lagi dibela padahal adanya ya rakyat lagi nyela-nyela.

Rakyat mengawasi. Rakyat menilai. Rakyat berseru.

Who will guard the guardians?”

Plato's answer to this is that they will guard themselves against themselves.

We must tell the guardians a "noble lie". The noble lie will assure them that they are better than those they serve and it is therefore their responsibility to guard and protect those lesser than themselves. We will instill in them a distaste for power or privilege; they will rule because they believe it right, not because they desire it.

Sumber: Wikipedia – Quis custodiet ipsos custodes?

Anyway, selamat kepada Bapak Aburizal Bakrie atas terpilihnya bapak sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Semoga di munas-munas berikutnya ga heboh gini lagi ya pak :) Sukses ya pak.

Tuesday, October 6, 2009

Alasan kenapa dunia akademis menghindari “quoted from Wikipedia.”

Tanpa mengurangi rasa hormat gw kepada Wikipedia, gw tetep berusaha untuk nggak quoting dari Wikipedia kalo itu udah urusan sama hal-hal yang bisa diklarifikasikan secara ilmiah.

Sayangnya, media segede gaban di Indonesia kadang kecolongan juga :P

 

deswita-1 

University of Summweeir In’de Middle of Nouweeir, Perancis. Slapsticks Communication.

Aslinya? Dari sini.

 

deswita-2

You guys already knew the moral of the story :D

 

P.S. Kejadian ini jadi bahan ketawaan di Twitter semalem, jam 10-11 malem (5 Oktober.) Gw pribadi sebenernya ngarep ketika pagi hari tanggal 6 Oktober artikel ini udah dicopot dari online version (karena artikel ini ada di ONLINE DAN OFFLINE ALIAS MEDIA CETAK. Cek koran kemarin halaman 32 di kolom ‘Nama dan Peristiwa’) tapi tadi pagi (dan sampe sekarang pun) gw liat, artikel ini masih ada. Gw ga tau pas lu baca ini apakah artikelnya masih ada atau udah dicopot but let this as the lesson for us all :D

Sunday, October 4, 2009

Mulai musim hujan… Dan masihkah buang sampah di sungai?

810522347_590845e2d7_large

Kayanya sejak 1-2 hari lalu Jakarta mulai diguyur ujan deh. Yang ujan gede (di kawasan Senayan – Sudirman) itu kalo ga salah hari Jumat lalu, tanggal 2 Oktober.

Dan sore ini juga lagi ujan di daerah rumah gw, Palmerah.

Gw suka ujan. Kadang mood gw malah bagus kalo lagi ujan. Iya sih, kalo ujan kan kebasahan. Kedinginan. Tapi buat gw itu lebih mending daripada kepanasan.

Dan gw nge-tweet soal itu:

Rainy season. And before you scold me how heartless I could be, please put the trash on the trash bin. Not on the river. Thank you :D

Gw pernah nge-tweet kalo gw suka musim ujan. Dan ada satu cewe (nama dirahasiakan :P ) yang tiba-tiba nyolot punya ke gw. “Kalo banjir gimana? Kan kasian…”

Yea yea rite.

Inget waktu gw ngeblog soal pengemis? Dan kenyataannya usaha simpati kita ke mereka itu sia-sia?

Nah, simpati gw, maaf aja, udah berkurang jauh – kalo liat kenyataan penyebab banjir tiap musim ujan di Jakarta.

Mungkin gw pernah cerita di sini, mungkin belum. Yang jelas, gw pernah cerita ini ke temen-temen gw. Dan oh, gw ga pernah bosen untuk cerita ini berulang-ulang. Ga akan pernah.

Waktu gw masih kuliah S2, gw ngekos di Senayan. Masih inget kan?

Dan gw selalu bilang kalo ngekos di Senayan itu pengalaman paling buruk yang pernah gw tau. Anak-anaknya… Tau sendiri lah. Baru pada pulang ke kos jam 3-4 pagi dalam keadaan totally wasted (bukan berarti gw benci orang yang minum minuman beralkohol. Misalnyapun lu minum, do it responsibly will ya? Stop being totally wasted. It’s not pretty. Dan itu bikin repot orang) sampe harus gw seret ke kamar mandi supaya dia jadi pemuja WC di situ, nunggak uang kos sampe berbulan-bulan karena uang kos yang dikirim ortunya dari daerah dipake buat dugem (again, gw ga nentang orang buat dugem. Tapi ya itu, dugem ya kalo emang ada duit dan lu bertanggung jawab untuk itu. Jangan ngabisin duit orang tua) berhari-hari dan gw pernah sekali nyaris kemalingan – in which, this is one facepalm-ing case. Ketika gw konfrontasi malingnya, pembelaan diri dia adalah, “apa salahnya sih ngambil duit 50 rebu?” –- Dan pas itu gw ngerasa hukuman mati adalah tindakan yang paling terpuji sepanjang sejarah umat manusia.

BTW, kos gw pas di Senayan itu areanya nyempil. Orang bisa bilang Senayan itu adalah kawasan elit. Tapi sama seperti semua kawasan elit lainnya di Jakarta, selalu ada area kumuh (Tono pernah komentar pas dia ke kosan gw, “sumpah Nin. Area kos lu kaya lokalisasi”) yang ngumpet di balik tembok dan orang selalu pura-pura ga tau. Atau ga mau tau. Dan kos gw itu bangunannya pas di pinggir sungai.

Sama seperti semua orang ‘kreatif’ lainnya di kawasan kumuh, atas sungai itu ditutupin jadi semacam ‘lahan tambahan’ buat penghuni di situ. Lebih sering jadi kamar mandi atau tempat cuci. Sering di ‘halaman belakang’ gitu ada lubang yang langsung bawahnya itu sungai. Udah bisa kebayang?

Satu waktu, pas gw awal-awal masih ngekos di situ (gw ngekos di situ kalo ga salah setaun kurang deh…) gw abis beresin kamar gw dan mau ngebuang sampah yang udah gw masukin dalam satu kantong plastik lumayan gede. Menurut sepengetahuan gw, biasanya di lingkungan tempat tinggal gitu BIASANYA ada tukang sampah keliling yang bawa gerobak dan ngambil sampah dari tiap rumah dan biasanya dibayar perbulan/2 minggu sekali.

Jadilah gw turun, bawa kantong plastik isinya sampah. Gw sempet celingukan ke luar, pengen tau di mana gw bisa buang sampah, tapi lagi ga ada orang. Akhirnya gw masuk lagi. Dan ada satu anak kos dan ibu kosnya.

Bu, di sini ada tukang sampah lewat ga?”

Tukang sampah? Wah, ga ada.”

Kalo tempat sampah buat buang sampah warga sekitar, ada di mana bu?”

Wah, ga ada juga.”

Jadi kalo mau buang sampah, di mana bu?”

Buang sampahnya di sungai aja. Tuh kan ada lubang ke sungai. Taro aja di situ.

Hah? Egimana?

Buat gw, itu adalah jawaban paling ajaib yang pernah gw denger. Seaneh-anehnya temen-temen gw, baru kali ini ada jawaban ke gw berupa “buang sampahnya di sungai aja.” Emangnya ini sungainya siapa? Buyut lu?

Lho, buang sampahnya di sungai bu?”

Iya.”

Lho. Kalo banjir gimana?”

Kalo banjir, paling kampung sebelah yang banjir duluan. Baru kita.”

OMG. SHIT.

Gw ga percaya gw denger apaan pas itu. Kalo banjir, paling kampung sebelah yang banjir duluan? Baru kita?

Astaga.

Itu masuk kategori apa? Egois? Geblek? Apatis?

Sekarang ngerti kenapa Jakarta banjir mulu?

Penduduknya aja peduli setan.

 

P.S. Setelah itu gw selalu buang sampah ‘nitip’ di kampus. Gw bawa sampah gw dalam kantong plastik terus gw bawa sampe kampus dan gw buang di tong sampah di kampus.

Thursday, October 1, 2009

Ngeblog abis liburan :D

Waktu gw balik dari Purwokerto minggu lalu, banyak temen gw yang nanyain, “lu ga online Kap, selama liburan?”

Kalo gw liburan dan berada di luar Jakarta, gw memilih untuk ga sering-sering online. Bener-bener mau offline. Istirahat, dan nikmatin idup. Gw berpikir kalo kebiasaan gw yang dari bangun tidur sampe tidur lagi mantengin timeline Twitter gw itu rada-rada agak abnormal XD

Dan misalnyapun gw pengen online, gw kalah gede sama adek bungsu gw yang selalu main Getamped, huhu.

So, how’s vacation? :)

Seperti biasa gw nyepi di gunung, walo ga nyepi-nyepi amat. Temen-temen gw suka becanda, “wah lu di Purwokerto? Tetanggaan sama Mayangsari ya, hihihi.”

Emang iya, gw tetanggaan sama Mayangsari :D Cuma beda 1-2 rumah gitu.

Dan kalo ada acara liburan atau hari besar gitu pas dia sama suaminya di rumahnya, mereka suka pasang kembang api goede-goede. Serasa liat kembang api yang suka dinyalain di Plaza Semanggi kalo tahun baru. Kereeeeeeeeen bangeeeeettt! Kalo pas gitu, gw ngerasa beruntung tetanggaan sama doi, hehe.

Anyway, dari hari Selasa kemarin kan Jakarta listriknya byarpet gitu. Jadi ada pastinya dong jam-jam ga produktif, huhu. Akhirnya gw keliaran nyari sinyal GPRS Indosat buat Twitteran pake hape dan foto-foto. Gw jadi berpikir untuk bikin photoblog, hm hm :3 What you guys think?

Pictures!

DSC00045

Ada temen kantor bawa kartu, jadi kita sempet main capsa dulu. Boooo, gw jadi inget jaman-jaman kuliah kalo main capsa harus umpet-umpetan biar ga diuber sama sekuriti, wahahahahaha. BTW, itu sayang banget ya As sekop dah dikeluarin duluan, hiks.

 DSC00055

Ini langit-langit Little Black Cafe di Pacific Place. Kemarin pas daerah Senopati mati listrik, satu kantor hijrah ke sini. Gw celingukan iseng dan moto langit-langit kafe deh, hehe.

 DSC00020

Depan kantor gw ada air mancur, terus dikasih ikan koi sama eceng gondok gituh :3 Suka deh nongkrong di depan sambil dengerin suara air mancur.

 DSC00034 Temen kantor gw yang pas mati lampu tetep berjuang dengan laptopnya di tengah-tengah kegelapan. Apapun demi deadline! SPARTAAAAAAAA *eh*

Nah, sekarang marilah saya liat-liat dan menjawab komen-komen dari temen-temen yang udah sudi mampir ke sini. Hyuuuuk~ :D